{"id":1645,"date":"2026-02-12T11:23:33","date_gmt":"2026-02-12T04:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/?p=1645"},"modified":"2026-02-12T11:27:44","modified_gmt":"2026-02-12T04:27:44","slug":"pelatihan-kewirausahaan-aneka-produk-tanaman-aren-angkatan-i-bangkitkan-semangat-entrepreneurship-aren-di-kabupaten-kuantan-singingi-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/02\/12\/pelatihan-kewirausahaan-aneka-produk-tanaman-aren-angkatan-i-bangkitkan-semangat-entrepreneurship-aren-di-kabupaten-kuantan-singingi-riau\/","title":{"rendered":"Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I: Bangkitkan Semangat Entrepreneurship Aren di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/02\/12\/pelatihan-kewirausahaan-aneka-produk-tanaman-aren-angkatan-i-bangkitkan-semangat-entrepreneurship-aren-di-kabupaten-kuantan-singingi-riau\/pelatihan-aren-9-12-feb-2026\/\" rel=\"attachment wp-att-1658\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1658 alignleft\" src=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Pelatihan-Aren-9-12-Feb-2026.jpg\" alt=\"\" width=\"538\" height=\"451\" srcset=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Pelatihan-Aren-9-12-Feb-2026.jpg 940w, https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Pelatihan-Aren-9-12-Feb-2026-300x251.jpg 300w, https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Pelatihan-Aren-9-12-Feb-2026-768x644.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 538px) 100vw, 538px\" \/><\/a><br \/>\nJake, 13 Februari 2026 \u2013 Gelombang dan semangat wirausaha hijau kembali menggeliat di Kabupaten Kuantan Singingi. Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah II Pekanbaru secara resmi menggelar Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I dari tanggal 9 s.d. 13 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Jake. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari Jake, Benai, Pulau Lancang, Koto Taluk, dan Kari, yang siap mengangkat dan mengubah potensi aren lokal menjadi peluang usaha berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>Kegiatan yang Menyentuh Hutan Adat Jake dan Konsep \u201cHutan untuk Masyarakat\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang aspek budidaya dan diversifikasi produk tetapi sampai pada aspek pemasaran produk aren, yang juga erat kaitannya dengan keberadaan Hutan Adat Jake yang merupakan salah satu dari perhutanan sosial. Hutan adat yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat Jake selama ini menjadi tameng bagi kelestarian lingkungan, sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan perhutanan sosial, konsep \u201chutan untuk masyarakat adat\u201d diwujudkan melalui pengelolaan hutan yang melibatkan langsung komunitas adat yang ada di sekitar hutan adat Jake.<\/p>\n<p>Kehadiran aren di dalam atau sekitar kawasan hutan adat menjadi bukti bahwa menjaga hutan bukan berarti melarang pemanfaatan, tetapi mengelolanya secara bijak. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak melihat aren sebagai salah satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan tanpa merusak ekosistem hutan. Dengan cara ini, konsep \u201chutan untuk masyarakat\u201d bukan sekadar slogan, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk produk bernilai jual dan kesejahteraan nyata.<\/p>\n<p><strong>Manfaat Ekonomi dan Ekologi yang Nyata bagi Masyarakat<\/strong><\/p>\n<p>Kegiatan ini menitikberatkan bahwa dengan menjaga hutan, masyarakat justru dapat memperoleh manfaat ekonomi dan ekologi yang nyata. Secara ekonomi, pengolahan aren menjadi berbagai produk (gula aren, gula semut, gula cair, kolang\u2011kaling, ijuk, cuka aren, dan lainnya) membuka peluang pemasukan yang sangat menjanjikan bagi rumah tangga bahkan memiliki nilai keekonomian melebihi kelapa sawit.<\/p>\n<p>Dari sisi ekologi, pemanfaatan aren yang terintegrasi dengan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan justru menguatkan fungsi konservasi. Menanam dan menjaga aren berarti mengurangi erosi serta meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitar hutan adat Jake. Dengan demikian, hutan yang lestari menjadi sumber mata pencaharian sekaligus penyangga kehidupan bagi generasi masa depan, sesuai dengan visi perhutanan sosial dan pengelolaan Hutan Adat Jake secara partisipatif. AP<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>#WirausahaAren #PelatihanAren #HutanAdatJake #PerhutananSosial #EkonomiHijauRiau #ProdukAren #KuantanSingingi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jake, 13 Februari 2026 \u2013 Gelombang dan semangat wirausaha hijau kembali menggeliat di Kabupaten Kuantan Singingi. Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah II Pekanbaru secara resmi menggelar Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I dari tanggal 9 s.d. 13 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Jake. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1645","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1645"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1659,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645\/revisions\/1659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}