{"id":1739,"date":"2026-07-24T10:42:29","date_gmt":"2026-07-24T03:42:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/?p=1739"},"modified":"2026-07-24T10:42:29","modified_gmt":"2026-07-24T03:42:29","slug":"tingkatkan-kapasitas-masyarakat-dalam-pengembangan-ekowisata-balai-p2sdm-wilayah-ii-menggelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/07\/24\/tingkatkan-kapasitas-masyarakat-dalam-pengembangan-ekowisata-balai-p2sdm-wilayah-ii-menggelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Kapasitas Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata, Balai P2SDM Wilayah II Menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/07\/24\/tingkatkan-kapasitas-masyarakat-dalam-pengembangan-ekowisata-balai-p2sdm-wilayah-ii-menggelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam\/black-and-red-modern-news-instagram-post\/\" rel=\"attachment wp-att-1740\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1740 alignleft\" src=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Black-and-Red-Modern-News-Instagram-Post.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Black-and-Red-Modern-News-Instagram-Post.jpg 1080w, https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Black-and-Red-Modern-News-Instagram-Post-240x300.jpg 240w, https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Black-and-Red-Modern-News-Instagram-Post-819x1024.jpg 819w, https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Black-and-Red-Modern-News-Instagram-Post-768x960.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 321px) 100vw, 321px\" \/><\/a><strong>GEMA (13\/7\/2026)<\/strong> \u2013 Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola wisata alam sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah II menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Wisata Alam. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 13\u201317 Juli 2026, bertempat di Desa Gema, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dan diikuti oleh peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gema dan Desa Tanjung Belit.<!--more--><\/p>\n<p>Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah II. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan wisata alam tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung melalui kegiatan interpretasi lingkungan yang edukatif, aman, dan berkesan. Pemandu wisata alam memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan potensi kawasan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya pelestarian sumber daya alam.<\/p>\n<p>Pelatihan dirancang secara terpadu dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik. Selama dua hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan pemanduan wisata alam, identifikasi potensi dan daya tarik wisata, penyusunan program pemanduan, teknik komunikasi, hingga pengelolaan pengunjung melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan penugasan. Materi tersebut menjadi fondasi bagi peserta untuk memahami peran strategis pemandu wisata dalam mendukung pengembangan ekowisata yang berkualitas dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Memasuki hari ketiga hingga kelima, peserta mengaplikasikan seluruh materi melalui praktik pemanduan di kawasan wisata Air Terjun Batu Dinding, dilanjutkan dengan praktik pemanduan dalam Bahasa Inggris serta presentasi program pemanduan yang telah disusun oleh masing-masing kelompok. Rangkaian kegiatan ini menjadi evaluasi akhir untuk mengukur kompetensi peserta dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pemanduan secara profesional, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menjadi pemandu wisata alam yang mampu memberikan pengalaman wisata yang edukatif, aman, dan berkesan.<\/p>\n<p>Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu menjadi pemandu wisata alam yang profesional, komunikatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya konservasi. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan destinasi wisata alam di Desa Gema dan Desa Tanjung Belit sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendorong terwujudnya pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan. (AP)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GEMA (13\/7\/2026) \u2013 Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola wisata alam sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah II menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Wisata Alam. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 13\u201317 Juli 2026, bertempat di Desa Gema, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1739","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1739"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1742,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739\/revisions\/1742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdmhutpekanbaru.bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}