BP2SDM Wilayah II
Layanan Kami

Solusi Terbaik Menjalin KerjasamaPelatihan Kompetensi Kehutanan

Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Wilayah II Kementerian Kehutanan telah memiliki hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu pemerintah, stakeholder dan masyarakat.

Perencanaan Pelatihan
Unit Kerja kami diawaki oleh Tim Manajemen yang kompeten di bidang perencanaan dan penyelenggaran pelatihan
Pelatihan dan Kerjasama Pelatihan
Unit Kerja kami juga bekerja sama dengan Perusahaan dan Instansi Pemerintah
Fasilitasi Uji Kompetensi
Unit kerja kami telah ditunjuk sebagai tempat fasilitasi uji kompetensi yang bekerjasama dengan perusahaan di bidang kehutanan
Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus
Unit Kerja kami dilengkapi dengan fasilitas laboratorium praktek dalam bentuk kawasan hutan dengan tujuan khusus
BP2SDM WILAYAH II

Mendukung ProgramZona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Wilayah II Kementerian Kehutanan terus mendukung program pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi dan gratifikasi melalui Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

Bebas Gratifikasi
Seluruh pelayanan dari Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Wilayah II Kementerian Kehutanan dipastikan bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan Gratifikasi
Program Pelatihan
Program Pelatihan yang lengkap terdiri dari Pelatihan kepemimpinan, Pelatihan administrasi, Pelatihan teknis dan Pelatihan fungsional.
Sarana Prasarana
Dilengkapi dengan sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan program pelatihan, seperti Asrama, Wifi, Ruang Makan serta perangkat penyelenggara pelatihan yang selalu siap sedia melayani
Jaminan Pelayanan
Pelatihan diselenggarakan dengan menerapkan sistem manajemen mutu pada setiap langkahnnya. Baik itu dari Kompetensi Pengelola, Kompetensi Pengajar, dan Kompetensi Panitia Pelaksana
Article

Postingan Terbaru Terkini Blog Post

Temukan berbagai informasi di bawah ini

Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I: Bangkitkan Semangat Entrepreneurship Aren di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau


Jake, 13 Februari 2026 – Gelombang dan semangat wirausaha hijau kembali menggeliat di Kabupaten Kuantan Singingi. Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah II Pekanbaru secara resmi menggelar Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I dari tanggal 9 s.d. 13 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Jake. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari Jake, Benai, Pulau Lancang, Koto Taluk, dan Kari, yang siap mengangkat dan mengubah potensi aren lokal menjadi peluang usaha berkelanjutan.

Kegiatan yang Menyentuh Hutan Adat Jake dan Konsep “Hutan untuk Masyarakat”

Pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang aspek budidaya dan diversifikasi produk tetapi sampai pada aspek pemasaran produk aren, yang juga erat kaitannya dengan keberadaan Hutan Adat Jake yang merupakan salah satu dari perhutanan sosial. Hutan adat yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat Jake selama ini menjadi tameng bagi kelestarian lingkungan, sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan perhutanan sosial, konsep “hutan untuk masyarakat adat” diwujudkan melalui pengelolaan hutan yang melibatkan langsung komunitas adat yang ada di sekitar hutan adat Jake.

Kehadiran aren di dalam atau sekitar kawasan hutan adat menjadi bukti bahwa menjaga hutan bukan berarti melarang pemanfaatan, tetapi mengelolanya secara bijak. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak melihat aren sebagai salah satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan tanpa merusak ekosistem hutan. Dengan cara ini, konsep “hutan untuk masyarakat” bukan sekadar slogan, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk produk bernilai jual dan kesejahteraan nyata.

Manfaat Ekonomi dan Ekologi yang Nyata bagi Masyarakat

Kegiatan ini menitikberatkan bahwa dengan menjaga hutan, masyarakat justru dapat memperoleh manfaat ekonomi dan ekologi yang nyata. Secara ekonomi, pengolahan aren menjadi berbagai produk (gula aren, gula semut, gula cair, kolang‑kaling, ijuk, cuka aren, dan lainnya) membuka peluang pemasukan yang sangat menjanjikan bagi rumah tangga bahkan memiliki nilai keekonomian melebihi kelapa sawit.

Dari sisi ekologi, pemanfaatan aren yang terintegrasi dengan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan justru menguatkan fungsi konservasi. Menanam dan menjaga aren berarti mengurangi erosi serta meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitar hutan adat Jake. Dengan demikian, hutan yang lestari menjadi sumber mata pencaharian sekaligus penyangga kehidupan bagi generasi masa depan, sesuai dengan visi perhutanan sosial dan pengelolaan Hutan Adat Jake secara partisipatif. AP

 

#WirausahaAren #PelatihanAren #HutanAdatJake #PerhutananSosial #EkonomiHijauRiau #ProdukAren #KuantanSingingi

 

BERITA
Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I: Bangkitkan Semangat Entrepreneurship Aren di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau


Jake, 13 Februari 2026 – Gelombang dan semangat wirausaha hijau kembali menggeliat di Kabupaten Kuantan Singingi. Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah II Pekanbaru secara resmi menggelar Pelatihan Kewirausahaan Aneka Produk Tanaman Aren Angkatan I dari tanggal 9 s.d. 13 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Jake. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari Jake, Benai, Pulau Lancang, Koto Taluk, dan Kari, yang siap mengangkat dan mengubah potensi aren lokal menjadi peluang usaha berkelanjutan.

Kegiatan yang Menyentuh Hutan Adat Jake dan Konsep “Hutan untuk Masyarakat”

Pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang aspek budidaya dan diversifikasi produk tetapi sampai pada aspek pemasaran produk aren, yang juga erat kaitannya dengan keberadaan Hutan Adat Jake yang merupakan salah satu dari perhutanan sosial. Hutan adat yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat Jake selama ini menjadi tameng bagi kelestarian lingkungan, sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan perhutanan sosial, konsep “hutan untuk masyarakat adat” diwujudkan melalui pengelolaan hutan yang melibatkan langsung komunitas adat yang ada di sekitar hutan adat Jake.

Kehadiran aren di dalam atau sekitar kawasan hutan adat menjadi bukti bahwa menjaga hutan bukan berarti melarang pemanfaatan, tetapi mengelolanya secara bijak. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak melihat aren sebagai salah satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan tanpa merusak ekosistem hutan. Dengan cara ini, konsep “hutan untuk masyarakat” bukan sekadar slogan, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk produk bernilai jual dan kesejahteraan nyata.

Manfaat Ekonomi dan Ekologi yang Nyata bagi Masyarakat

Kegiatan ini menitikberatkan bahwa dengan menjaga hutan, masyarakat justru dapat memperoleh manfaat ekonomi dan ekologi yang nyata. Secara ekonomi, pengolahan aren menjadi berbagai produk (gula aren, gula semut, gula cair, kolang‑kaling, ijuk, cuka aren, dan lainnya) membuka peluang pemasukan yang sangat menjanjikan bagi rumah tangga bahkan memiliki nilai keekonomian melebihi kelapa sawit.

Dari sisi ekologi, pemanfaatan aren yang terintegrasi dengan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan justru menguatkan fungsi konservasi. Menanam dan menjaga aren berarti mengurangi erosi serta meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitar hutan adat Jake. Dengan demikian, hutan yang lestari menjadi sumber mata pencaharian sekaligus penyangga kehidupan bagi generasi masa depan, sesuai dengan visi perhutanan sosial dan pengelolaan Hutan Adat Jake secara partisipatif. AP

 

#WirausahaAren #PelatihanAren #HutanAdatJake #PerhutananSosial #EkonomiHijauRiau #ProdukAren #KuantanSingingi

 

Laporan Kinerja (LKj) 2025

Dapat dilihat di link dibawah ini:
LKJ 2025

Laporan Kinerja
Laporan Kinerja (LKj) 2025

Dapat dilihat di link dibawah ini:
LKJ 2025